blogjogja.my.id – Sebanyak 15 anggota TNI ditahan sebab diduga menjadi pelaku penganiayaan terhadap tujuh sukarelawan Ganjar-Mahfud, di dalam depan Markas Kompi B Yonif Raider 408/Sbh Boyolali, Jawa Tengah.
Hal itu diungkap Kadispenad Brigjen Kristomei Sianturi.
“Telah memerintahkan Danyonif Raider 408/SbhDenpom IV/4 Surakarta untuk menahan 15 prajurit terduga perkara penganiayaan,” kata Kristomei lewat keteranganya, Hari Sabtu (30/12/2023).
Hal itu diadakan guna proses penyelidikan untuk menghasilkan perkara ini menjadi terang menderang.
Sementara para korban mengalami luka-luka dibantu proses pengobatannya.
“Kodam IV/Diponegoro juga telah dilakukan berkoordinasi dengan para pihak terkait untuk membantu penyembuhan terhadap para korban,” kata Kristomei.
Pihaknya pun menyampaikan permohonan maaf terhadap publik Boyolali.
![Ilustrasi Penganiayaan [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/09/05/18995-ilustrasi-penganiayaan.jpg)
“Kasad melalui Pangdam IV/Diponegoro, menyampaikan permohonan maaf untuk rakyat Boyolali berhadapan dengan kejadian ini,” ujarnya.
Dia menjamin proses hukum akan ditegakkan, bagi anggota TNI yang terbukti bersalah akan mendapatkan sanksi sesuai dengan peraturan yang dimaksud berlaku.
“Komitmen Pimpinan TNI AD untuk menegakkan aturan hukum yang dimaksud berlaku, oleh karenanya siapapun nanti oknum anggota yang dimaksud terbukti bersalah di persoalan hukum penganiayaan tersebut, tentu akan diambil langkah lalu tindakan tegas sesuai aturan hukum lalu perundang-undangan yang mana berlaku,” kata Kristomei.
Kronologi
Kejadian disebut terjadi dalam depan depan Markas Kompi B Yonif Raider 408/Sbh Boyolali, Jawa Tengah pada Hari Sabtu (30/12/2023) sekitar pukul 11.00 WIB.
Informasi sementara, kejadian penganiayaan dikatakan Kristomei, terjadi secara spontanitas.
“Bahwa kejadian yang disebutkan terjadi secara spontanitas akibat kesalahpahaman antara kedua belah pihak,” ujarnya.
“Bermula sekira pukul 11.00 Waktu Indonesia Barat beberapa anggota Kompi B yang tersebut sedang bermain bola voli, secara tiba-tiba mendengar pendapat bising rombongan sepeda gowes motor knalpot brong yang digunakan digeber gasnya oleh pengendaranya ketika melintas di tempat Jalan Perintis Kemerdekaan Boyolali,” sambungnya.
Anggota TNI yang mana bermain voli dengan segera meninggalkan untuk menegur, hingga terjadi adu mulut antara kedua belah pihak.
![Paslon Capres-Cawapres Ganjar Pranowo - Mahfud MD di area dalam Djakarta Theater, DKI Jakarta Hari Sabtu (30/12/2023).[Suara.com/Yaumal Asri]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/12/31/86330-paslon-capres-cawapres-ganjar-pranowo-mahfud-md.jpg)
“Dan berujung terjadinya perbuatan penganiayaan oleh oknum anggota,: ujar Kristomei.
Respons TPN Ganjar-Mahfud
Sebelumnya, kejadian yang dimaksud diungkap Deputi Hukum Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Todung Mulya Lubis.
“Konon katanya mendapat luka-luka akibat penganiayaan yang mana diadakan oleh oknum TNI,” kata Todung.
Dia menyesalkan kejadian tersebut, dan juga menjamin akan mengambil tindakan hukum.
“Itu tak mampu kami terima, juga kami akan memproses ini secara hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Kepada Panglima TNI, Todung memohonkan agar mengambil tindakan tegas.
“Kalau itu benar kami ingin minta ke Panglima TNI ambil tindakan tegas. Dan mempertanggungjawabkan secara hukum merek yang tersebut melakukan tindakan kekerasan ini,” pungkasnya.
